Apa Itu ISO 22000? Pengertian, Manfaat, dan Persyaratan Lengkap
![]() |
| Apa itu ISO 22000 sistem manajemen keamanan pangan |
ISO 22000
adalah standar internasional untuk sistem manajemen keamanan pangan (Food
Safety Management System/FSMS) yang berlaku bagi seluruh organisasi dalam
rantai pangan. Standar ini membantu perusahaan mengidentifikasi bahaya,
mengendalikan risiko, dan memastikan makanan yang sampai ke konsumen aman
dikonsumsi. Versi yang berlaku saat ini adalah ISO 22000:2018.
Jika Anda pelaku industri makanan, katering, restoran, atau pemasok bahan pangan, memahami ISO 22000 adalah langkah pertama sebelum menerapkan dan mensertifikasinya. Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian ISO 22000
ISO 22000
diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Standar
ini menetapkan persyaratan sistem manajemen keamanan pangan bagi organisasi
yang ingin menunjukkan kemampuannya mengendalikan bahaya keamanan pangan secara
konsisten.
Ada tiga unsur
utama dalam ISO 22000:
1.
Komunikasi interaktif. Informasi tentang bahaya
dan pengendalian dipertukarkan sepanjang rantai pangan, dari pemasok sampai
konsumen.
2.
Manajemen sistem. Keamanan pangan dikelola
sebagai sistem terpadu dengan kebijakan, tujuan, audit, dan perbaikan.
3.
Prinsip HACCP dan program prasyarat. Analisis
bahaya dan pengendalian titik kritis menjadi inti pengendalian risiko.
Sejarah Singkat dan ISO
22000:2018
ISO 22000
pertama terbit pada 2005. Versi terbaru, ISO 22000:2018, menggantikan
versi lama dan menggunakan High Level Structure (Annex SL), sehingga
strukturnya sama dengan ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Dampaknya,
perusahaan dapat dengan mudah mengintegrasikan beberapa sistem manajemen
sekaligus.
Perubahan
penting di versi 2018:
•
Penerapan siklus PDCA pada dua tingkat: sistem
manajemen dan proses operasional
•
Penekanan pada pendekatan berbasis risiko dan
konteks organisasi
•
Pembedaan yang lebih jelas antara CCP dan OPRP
•
Penguatan peran kepemimpinan dan komunikasi
Struktur Klausul ISO
22000:2018
|
Klausul |
Isi
Pokok |
|
4. Konteks organisasi |
Memahami organisasi, pihak
berkepentingan, dan ruang lingkup FSMS |
|
5. Kepemimpinan |
Komitmen manajemen, kebijakan
keamanan pangan, peran dan tanggung jawab |
|
6. Perencanaan |
Risiko dan peluang, sasaran
keamanan pangan, perencanaan perubahan |
|
7. Dukungan |
Sumber daya, kompetensi,
kesadaran, komunikasi, informasi terdokumentasi |
|
8. Operasi |
Program prasyarat, analisis
bahaya, rencana pengendalian bahaya, ketertelusuran, penanganan keadaan
darurat |
|
9. Evaluasi kinerja |
Pemantauan, audit internal,
tinjauan manajemen |
|
10. Perbaikan |
Ketidaksesuaian, tindakan
korektif, perbaikan berkelanjutan |
Klausul 8
adalah bagian paling teknis karena memuat analisis bahaya dan pengendalian
proses produksi.







