Selasa, 30 Desember 2014

AHLI OEE UNTUK MESIN PABRIK I telp 081380163185

AHLI OEE DI INDONESIA

http://dpkonsultanmanajemen.blogspot.com/2014/12/ahli-oee-untuk-mesin-pabrik-i-telp.html

 

What is OEE?

OEE = Availability X Performance Rate X Quality Rate
Availability - Percent of scheduled production (to measure reliability) or calendar hours 24/7/365  (to measure equipment utilization), that equipment is available for production.
Note: measures the percent of time that the equipment can be used (usually total hours of 24-7-365), divided by the equipment uptime (actual production).
Performance Rate - Percent of parts produced per time frame, of maximum rate OEM rated production speed at. If OEM specification is not available, use best known production rate. 
Note: Performance efficiency is the percentage of available time that the equipment is producing product at its theoretical speed for individual products. It measures speed losses. (e.g., inefficient batching, machine jams)
Quality Rate - Percent of good sellable parts out of total parts produced per time frame.
Note: Determining the percent of the total output that is good. (i.e. all products including production, engineering, rework and scrap.) 
Example: 50% Availability (0.5) X 70% Performance Rate (0.7) X 20% Quality Reject Rate (results in 80%(0.8) acceptable) = 30%OEE (Please see www.DowntimeCentral.com/OEE_TEEP.htm for a free online calculator to practice with.) 

Why use OEE?

Overall Equipment Effectiveness (OEE) can be used to save companies from making inappropriate purchases, and help them focus on improving the performance of machinery and plant equipment they already own. OEE is used to find the greatest areas of improvement so you start with the area that will provide the greatest return on asset. The OEE formula will show how improvements inchangeovers, quality, machine reliability improvements, working through breaksand more, will affect your bottom line.

As you strive towards World Class productivity in your facility, this simple formula will make an excellent benchmarking tool. The derived OEE percentage is easy to understand and displaying this single number where all facility personnel can view it, makes for a great motivational technique. By giving your employees an easy way to see how they are doing in overall equipmentutilization, production speed, and quality, they will strive for a higher number!

How to use OEE?

Implementing the Overall Equipment Effectiveness formula in your facility can take on many different forms. It can be used as an analysis and benchmarking tool for either reliability, equipment utilization, or both. Don't let indecision on how to best use OEE become a barrier that prevents you from using it at all. Start out small if necessary, picking your bottleneck to collect the OEE metrics on. 
Once you see first hand what a valuable tool it is, you can gradually take OEE measurements on other equipment in your facility. If you work in  manufacturing , there is no substitute for going out to the shop floor and taking some rough measurements of OEE. You will be surprised by what you find!

While monitoring OEE per equipment brings focus on the equipment itself, it may not provide true cause of major costs, unless the cause is obvious. For example OEE can appear improved by actions such as purchasing oversize equipment, providing redundant supporting systems, and increasing the frequency of overhauls.
To improve your OEE percentage, you will need to use other tools and methodologies available to you, like TDC, RCA, SCADA, FTA etc. TDC is a relatively new methodology that focuses on True Downtime Cost for justification and making better management decisions. 

If any company in indonesia want OEE with scada, could contact us at: 

telp    : 021 92795135
Mobile  : 081380163185

Share:

Rabu, 24 Desember 2014

JASA PENYUSUNAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT



http://dpkonsultanmanajemen.blogspot.com/2014/12/jasa-penyusunan-supply-chain-management.html

Setiap sistem tentunya memiliki tujuan dan titik focus masing-masing yang tentunya semua bertujuan untuk menhasilkan proses menguntukkan kepada perusahaan pada saat menjalankan semua proses bisnis, demikian halnya sistem supply chain management. Berikut ini beberapa keuntungan organisasi apabila benar2 mengimflementasikan sistem ini dengan baik dan benar.
  1. Kepuasaan pelanggan
Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan.
Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan

Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma karena akan selalu diminati konsumen.
Tentunya apabila semua proses bisnis organisasi berjalan dengan baik dan tepat waktu dalam pengiriman dan dan menjaga kwalitas produk tetap bagus, tentunya akan memberikan image berusahaan akan lebih baik.
4. Kwalitas Product
Hal ini paling penting sekali. Intuk mencapai kepuasan pelanggan tentu salah satunya adalah menjamin akan kwalitas barang ketika sampai pada pelanggan atau pemakai di pastikan tetap baik. Kondisi dari produsen sama atau tidak jauh berbeda ketika sampai pada pemakai – pelanggan.
Kesimpulan:

Supply chain (rantai pasok) adalah sanggat menentukan dalam proses bisnis, karena itu rantai ini tidak boleh terputus. Oleh karena itu supplay chain sangat erat hubungannya dengan resiko, bagaimana kita dapat mengelola resiko tersebut dengan sistimatis, terencana juga terukur, dengan tujuan akhir adalah kepuasan kepada pelanggan akan produk yang kita berikan. System penilaiannya tentunya system manajemen resiko yang berbasis kinerja.
Untuk mendapatkan Jasa penyusunan  supply chain management atau detail tentang mamfaat dari supply chain itu sendiri silahkan menghubungi kami di:

DP KONSULTAN
Web-site         :  www.dpkonsultan.com
Phone              :+6221. 92795135
Mobile             : +62813.8016.3185
Share:

Selasa, 23 Desember 2014

JASA SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN K3



(Berdasarkan Permenaker No. : 05/Men/1996)

http://jurnalk3.com/blog/smk3-standard.html

Sebagaimana sistem –sistem lainnya yang melalui tahap dokumentasi-imflementasi-internal audit, koreksi, pre audit serta audit dari badan sertifikasi. Maka demikiannya halnya SMK3.

Kegiatan Pra-Audit Sertifikasi Sistem Manajemen K3 ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam melakukan penilaian awal terhadap SMK3 perusahaan sebelum dilakukan Audit Sertifikasi oleh Badan Audit SMK3 yang ditunjuk oleh Pemerintah. 


Pra-Audit Sertifikasi SMK3 ini dilakukan sama dengan pelaksanaan Audit Sertifikasi. Audit dilakukan dengan metoda pemeriksaan dokumentasi SMK3, pemeriksaan implementasi real di tempat kerja/lapangan serta wawancara dengan karyawan pada proses kerja tertentu sesuai kebutuhan. 
Setiap temuan yang didapat saat dilakukan audit akan segera diperbaiki sesuai dengan persyaratan kriteria Audit SMK3.  


2. Tahapan Kegiatan Konsultasi
2.1.      Pemeriksaan Dokumen (Desk Audit)
Pada tahap ini Tim Auditor akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumentasi SMK3 perusahaan untuk melihat kesesuaiannya dengan persyaratan Standar Audit SMK3 sesuai Permenaker No. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen K3.
2.2 .     Pemeriksaan Implementasi SMK3
Pada tahap ini Tim Auditor akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumentasi SMK3 perusahaan untuk melihat kesesuaiannya dengan persyaratan Standar Audit SMK3 sesuai Permenaker No. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen K3.
2.c.      Wawancara dengan Karyawan
Melakukan wawancara dengan Karyawan terkait untuk pemastian pemahaman akan SMK3 perusahaan, khususnya yang terkait dengan proses kerja di tiap Departemen/Bagian.


3.Pelaporan Hasil Audit
Tim Auditor melaporkan hasil pelaksanaan Pra-Audit SMK3, dalam bentuk Laporan Pra-Audit SMK3. Laporan ini berisi gambaran umum penerapan SMK3 di perusahaan, temuan-temuan audit serta uraian ketidaksesuaian (Non Conformity), bukti (Evidence) ketidaksesuaian,
Tim Auditor juga akan menyampaikan tingkat pencapaian  pemenuhan penerapan SMK3 perusahaan berdasarkan Kriteria Audit SMK3.

4.Perbaikan Temuan Audit
Setiap temuan-temuan Pra-Audit Sertifikasi SMK3 akan diperbaiki oleh Tim Konsultan sesuai dengan persyaratan kriteria Audit SMK3 berdasarkan Permenaker No. : 05/Men/1996.

5.Standar Audit Yang Digunakan
Tim Auditor akan melakukan Pra-Audit Sertifikasi Sistem Manajemen K3 ini berdasarkan Standar Audit SMK3 berdasarkan Permenaker No. : 05/MEN/1996 meliputi 12 elemen audit yang terdiri dari 166 kriteria audit.
           
Tim Auditor SMK3 yang ditugaskan dalam melakukan Pra-Audit Sertifikasi SMK3 ini adalah personil yang berkualifikasi Auditor Internal dan Auditor Eksternal SMK3 dan OHSAS 18001:2007. Tim Auditor ini telah memiliki banyak pengalaman melakukan Audit Internal dan Audit Sertifikasi SMK3 di seluruh Wilayah Republik Indonesia.

Kami berpengalaman dalam jasa sertifikasi sistem manajemen K3 di indonesia. Untuk konsultan pre audit sertifikasi SMK3 atau penyusunan dokumen SMK3 dari awal atau training SMK3, silahkan menghubungi kami:


DP konsultan I kumitu Konsultan
Telp    : 021 92795135
Mobile : 081212814843

Share:

Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Indonesia
Memegang teguh nilai nilai etika dan Nasionalisme. Kejujuran dalam membemberikan informasi dan pengetahuan kepada Klien itu HARUS. Jangan ambil yang bukan HAK mu dan Penuhi semua Kewajibanmu kepada Bangsa dan Keluargamu

CARI ARTIKEL LAIN DISINI

Label

KONSULTASI SERTIFIKASI

BADAN AUDIT SERTIFIKASI

Translate