Tampilkan postingan dengan label sertifikasi iso 9001:2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sertifikasi iso 9001:2015. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2017

Program K3 proyek konstruksi



Sekarang pemerintah sedang berpacu dalam pembangunan infrastuktur di seluruh Indonesia. Dalam sebuah proyek konstruksi, dalam proses pembangunannya sesuai dengan acuan smk3 ataupun hse (csms) dalam istilah bidang oil and gas. Program k3 proyek konstruksi adalah Sebagai implementasi program K3 pada proyek konstruksi dapat  kita bagi menjadi beberapa hal elemen penting yang harus kita perhatikan, yaitu:

Dalam hal kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi dan bidang lainnya. Pihak tim manajemen (hse team) harus membuat kebijakan K3 yang akan menjadi landasan keberhasilan K3 dalam kegiatan proyek konstruksi. Isi kebijakan merupakan komitmen dan dukungan dari manajemen puncak terhadap pelaksanaan K3. Kebijakan K3 tersebut harus direalisasikan kepada seluruh karyawan dan digunakan sebagai kesadaran kebijakan proyek yang lain. Kebijakan yang dimaksud haruslah disahkan oleh top level manajemen, dan kebijakan tersebut disosialisasikan oleh tim dan di gantung (temple) di lokasi dimana selalu di lalui oleh karyawan proyek tersebut. Hal ini dapat membantu pekerjaan tim hse yang di bentuk (MR) dalam hal company atau sosialisasi HSE tersebut.

2.       Administrasi dan Prosedur
Tim HSE yang telah di tunjuk (minimal memiliki sertifikasi ahli K3) juga harus Menetapkan sistem organisasi pengelolaan K3 dalam proyek serta menetapkan personil dan petugas yang menangani K3 dalam proyek. Menetapkan prosedur, jobs desc atau SOP dan system kerja K3 selama proyek berlangsung termasuk tugas dan wewenang semua yang terkait. Kontraktor harus memiliki Organisasi yang mempunyai K3 yang besarnya sesuai dengan kebutuhan dan lingkup kegiatan. Tim hse boleh saja menghire beberapa HSE officer untuk ditempatkan di beberapa titik dari di area proyek tersebut. Hse officerlah yang akan memantau dan melakukan control terhadap semua proses berjalannya proyek dan mengontol apakah semua procedure dan sop yang telah di tetapkan terimplementasi di lapangan atau tidak dan kendala apa yang ditemukan dilapangan.

3.       Akses kepada penanggung jawab proyek.
Akses kepada penangung jawab proyek maksudnya adalah Personal yang cukup yang bertanggung jawab langsung dalam mengelola kegiatan K3 dalam perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Personal ini sering kami sebut HSE manager atau Proyek Manager (hanya masalah istilah penamaan saja). Personil project manajer atau hse manajer disini harusnya personal telah lulus sertifikasi ahli K3 yang di terbitkan oleh kemenaker RI dan pekerja yang cakap dan kompeten dalam menangni setiap jenis pekerjaan serta mengetahui system cara kerja aman untuk masing-masing kegiatan. Hal ini penting biamana di lokasi terjadi sesuatu yang tidak by design.



Manual K3 sebagai kebijakan K3 dalam perusahaan/proyek , Prosedur kerja akan sesuai dengan jenis pekerjaan dalam kontrak yang sedang dikerjakan. Manual dokumen k3 ini akan menjadi acuan dalam implementasi k3 itu sendiri.
Dokumen yang ada harus disesuaikan dengan proyek yang ada. Di dikumen tersebut diantaranya berisikan tentang sop, jobs desc, kpi , dokumen identifikasi bahaya , procedure evakusi, schedule dan bukti laporan bulanan hse, morning breafing dan lain-lain.

5.       Identifikasi Bahaya.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, kalimat tersebut sangat klasik dan sangat lama sekali, tetapi sampai sekarang itu masih relepan dengan kondisi sekaran, apalahi biaya berobat tambah membengkak….he……..he………. Sebelum memulai suatu pekerjaan, harus dilakukan identifikasi bahaya, guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan. Identifikasi bahaya dilakukan bersamaan dengan pengadaan pekerjaan dan safety departemen atau P2K3. Identifikasi bahaya menggunakan teknik yang sudah baru seperti check list, what if, how if,  hazard dan sebagainya. Morning breafing adalah salah satu upaya melakukan identifikasi bahaya.
Semua hasil identifikasi bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan pedoman dalam melakukan setiap kegiatan. Identifikasi bahaya harus dilakukan pada setiap kegiatan pekerjaan konstruksi yang meliputi:

1.       Tahap perencanaan (Design Phase)
2.       Pengadaan/ Pelelangan (Procurement)
3.       Konstruksi
4.       Pengujian dalam rangka serah terima (Commisioning dan start up)
5.       Penyerahan kepada pemilik
6.       Masa pemeliharaan/perawatan bangunan
7.       Project Safety Review

Sesuai dengan perkembangan proyek, dilakukan kajian K3 yang mencakup kehandalan K3 dalam rancangan da pelaksanaan pembangunannya. Kajian K3 dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa proyek dibangun dengan standar keselamatan yang baik sesuai dengan persyaratan. Bila diperlukan kontraktor harus melakukan project safety review untuk setiap tahapan kegiatan kerja, terutama bagi kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Contruction). Projet safety review bertujuna untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap tahapan project secara sistematis. Dari hasil review tersebut akan melahirkan kesimpulan dan kesimpulan ini akan menjadi dokumen K3 di kemudian hari, Mudah bukan???

6.       Pembinaandan Pelatihan
Sudah wajib hukumnya, setiap proyek (owner) membuat kebijakan dalam peningkatan SDM dengan pelatihan dan pembinaan. Pembinaan dan pelatihan K3 untuk semua karyawan dari level terendah sampai level tertinggi dan dilakukan suatu proyek dimulai dan dilakukan secara berkala. Materi pembinaan dan pelatihan antara lain:

1- Awarness K3
  - Training sertifikasi keahlian
  - Kebijakan K3 Proyek
  - Cara bekerja dengan aman
  - Cara penyelamatan dan penanggulangan dalam keadaan darurat.
  - Dan lain lain.

Demikian kami share tentang elemen-elemen program K3  apa saja yang sangat dominan dalam mengerjakan sebuah proyek konstruksi. Semoga hal ini dapat membantu para pihak pelaku bisnis konstruksi di Indonesia.  Program K3 proyek konstruksi ini harus berjalan, bilamana target ingin tercapai.

Detail tentang program k3 proyek konstruksi ini silahkan menghubungi kami. Atau anda tertaring mendapatkan sertifikasi iso 9001:2015 atau sertifikasi smk3 dari kemenaker RI atau barangkali perusahaan anda bersiap-siap ikut prakualifikasi tender di oil and tetapi terkendala dengan ketidakadannya dokumen csms atau hse plan? Contact kami sekarang.


DP konsultan
Telp / Wa: 0813801 63185
Email       : info@dpkonsultan.com


Share:

Selasa, 12 Juli 2016

SERTIFIKASI ISO 9001:2015 DAN SERTIFIKASI OHSAS 18001:2007 UNTUK TENDER




Dibuat oleh Organisasi Internasional untuk SERTIFIKASI Standardisasi, ISO 9001: 2015 didasarkan pada prinsip-prinsip delapan kualitas manajemen:
1.      fokus pelanggan,
2.      kepemimpinan,
3.      keterlibatan orang,
4.      pendekatan proses,
5.      pendekatan sistem manajemen,
6.      perbaikan berkesinambungan
7.      berdasarkan fakta pengambilan keputusan
8.      dan hubungan pemasok yang saling menguntungkan
Ketika mengadopsi sepenuhnya, prinsip-prinsip ini telah terbukti untuk meningkatkan kinerja organisasi khusunya di negara2 maju.


Bila kita bicara manfaat dari sertifikasi iso9001:2015-sertifikasi sistem manajemen mutu itu sendiri, maka, menurut  kami ada  beberapa manfaat yang dapat di raih oleh organisasi bilamana benar2 mengimplementasikan sertifikasi sistem manajemen mutu, yaitu:

 1. Imange perusahaan memasuki Pasar Internasional.
2. Gambaran lain bentuk Profesionalisme perusahaan.
3. Peningkatan kepercayaan pelanggan.
4. Peningkatan kualitas memotong biaya karena kontrol penolakan
5. Kejelasan tanggung jawab dan wewenang.
6. Lebih baik dan Ditetapkan system setiap divisi yang terlibat dalm proses bisnis (SOP, Jobs desc, Dan lian-lain).
7. Kualitas Konsisten (Perbaikan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan bisnis).
8. Peningkatan Siklus progress Market (supply chain).

Untuk detail informasi proses meraih sertifikasi system manajemen mutu atau certification quality management system, silahkan menghubungi kami:

Sertifikasi ISO Indonesia
STC Senayan Lt 2 Ruang 35
Jl. Asia afrika-Gelora Senayan-jakarta Pusat 10270
Mobile/WA: 081212 814843 / 087884 302987
Share:

Rabu, 06 Juli 2016

KONSULTASI DAN SERTIFIKASI ISO 9001:2015-QUALITY MANAGEMENT SYSTEM

SERTIFIKASI ISO 9001:2015


Mencari konsultan iso 9001:2015

Mencari konsultan iso 9001:20015 bukanlah sebuah pekerjaan yang susah sekarang ini, sebab banyak pilihan, ibarat memilih buah maka mencari konsultan iso yang bagaimana yang sedang anda lakukan? Dan apakah anda sudah siap dengan segala biayanya?? Bagaimana dengan tingkat keseriusan manajemen anda dalam hal implementasinya dan apa goal yang akan anda raih dengan mencari konsultan iso??.
Kami dari konsultan iso 9001:2015 siap membantu membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 di seluruh indonesia,  dalam pekerjaan jasa konsultan ISO 9001:2015 ada beberapa tahapan,  Tahapan Konsultasi ISO secara umun adalah sebagai berikut:
1. Tahap Gap analysis
Tahapan ini terdiri atas pengecekan awal, kondisi aktual organisasi, disini akan diidentifikasi mana persyaratan ISO yang sudah terpenuhi oleh organisasi dan mana yang belum terpenuhi, sehingga memudahkan proses konsultasi yang akan dijalankan.

Dalam Tahap penyusunan dokumen system iso  ini terdiri dari pembuatan Tim , Pelatihan Tim, Pembuatan Dokumentasi sistem manajemen ISO, Pengesahan, distribusi dan sosialisasi dokumen. Dalam tahap penyusunan dokumen system iso ini harus di sesuaikan dengan line bisnis perusahaan tentunya, hal inilah yang pertama harus di sadari oleh konsultan incharge.

3. Tahap Implementasi Sistem
Pada tahap implementasi system ini, maksudnya adalah, mengimplementasi  semua sistem manajemen yang sudah dibuat (disepakati), untuk diimplemenis perusahaan yang akan diawasi oleh management representative (MR), dan konsultan ISO 9001:2015 ini secara berkala akan melihan progress dari implementasi dari sistem manajemen yang dijalankan.

4. Evaluasi dan perbaikan sistem
Tahap ini adalah tahap monitoring dan evaluasi dari sistem manajemen mutu ISO 9001 2008 yang sudah dibuat, hasil evaluasi ini harus mencakup aspek internal evaluasi yang didapat dari:
              1. ternal audit
2.    ketidaksesuaian dalam tahap implementasi
3.    tindakan perbaikan (korektif)
4.    tindakan pencegahan
5.    monitoring proses
6.    monitoring produk

dan eksternal evaluasi yang bisa didapat dari

1.    customer survey
2.    laporan komplain
3.    komunikasi eksternal
4.    klaim
5.    warranty
6.    dll
semua indikator monitoring dan evaluasi tersebut akan di bahas dalam rapat tinjauan manajemen yg kemudian akan menghasilkan tindakan perbaikan dan peningkatan untuk proses selanjutnya.

Pada tahap audit sertifikasi iso maksudnya adalah akan dilakukan proses afikasi audit sertifikasi iso yang di lakukan oleh pihak ke 3 yang di tunjuk oleh perusahaan.
Pada tahap audit sertifikasi iso ini mempunya 2 tahap yang sering di kenal dengan istilah audit sertifikasi iso stage 1 (dokumentasi) dan stage 2 (implementasi).  Apakah tahap audit
sertifikasi iso ini sesuatu yang menakutkan? Tentu TIDAK.

1.    Perusahaan Jasa
2.    Perusahaan Manufacture
3.    Pelayanan Public
4.    Kantor Pemerintah
Sekolah 
6.    Yayasan
7.    Dll

Bagaimana apakah perusahaan anda mencari konsultan iso 9001 atau mau mencari tahu lebih detail lagi tahap proses sertifikasi iso itu sendiri? Silahkan menghubungi kami sekarang juga.

DP Konsultan
Jl. Asia afrika-Gelora
senayan-jakarta Pusat
Mobile : 0813801 63185






Share:

Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Indonesia
Memegang teguh nilai nilai etika dan Nasionalisme. Kejujuran dalam membemberikan informasi dan pengetahuan kepada Klien itu HARUS. Jangan ambil yang bukan HAK mu dan Penuhi semua Kewajibanmu kepada Bangsa dan Keluargamu

CARI ARTIKEL LAIN DISINI

Label

KONSULTASI SERTIFIKASI

BADAN AUDIT SERTIFIKASI

Translate